Jumat, 03 Maret 2017

Cara Membuat Tanaman Bonsai Asem Sendiri

Cara Membuat Tanaman Bonsai Asem Sendiri
Cara Membuat Tanaman Bonsai Asem Sendiri - Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang cara membuat bonsai asem. Namun, sebelum kita membahasnya alangkah baiknya kita berkenalan terlebih dulu dengan pohon yang berbuah Asem ini.

Pohon Asem merupakan pohon yang memiliki batang berwarna coklat dan bergrat kekar seta memiliki daun yang kecil-kecil.

Kayu pohon Asem merupakan kayu yang keras dan kokoh sehingga jika kita ingin menjadikannya sebagai bonsai maka pembentukkannya dilakukan saat pohon masih muda karena pada saat itu kayu atau batang pohon Asem masih lunak sehingga mudah dibentuk.

Orang Indonesia mengenal nama Asem dengan nama Asem kandis; Asem gelugur; atau Asem Jawa. Nama Asem Jawa sendiri didapat dari orang Melayu karena saat itu orang Jawa biasa menggunakan buah Asem sebagai bumbu pelengkap disetiap masakannya.

Buah yang memiliki rasa Asem ini pertama kali didatangkan dari negara India. Asem memiliki nama ilmiah Tamarindus Indica yang merupakan turunan/serapan kata dari bahasa Arab tamrul hindi yang memiliki arti: Kurma India.

Asem Jawa sendiri berasal dari daratan Afrika. Pohon Asem merupakan tanaman yang produktif dan kaya akan khasiat sehingga banyak ditanam di India.

Disebut kurma India karena tanaman ini memiliki warna daging buah yang sama dengan buah kurma di Timur Tengah. Oleh sebab itu, orang arab menyebutnya tamriul hindi.
  •     Berasal dari daratan Afrika dan masuk ke Indonesia dibawa oleh saudagar India’
  •     Di Indonesia, daerah penghasil Asem Jawa belum diketahui secara pasti,
  •     Tinggi pohon dan diameter secara berurutan bisa mencapai 30 meter dan 1 meter,
  •     Pohon Asem tumuh subur di daratan rendah,
  •     Memiliki dedaunan yang rindah sehingga cocok dijadikan sebaga peneduh jalan,
  •     Memiliki daun kecil, menyirip dan berselang-seling,
  •     Memiliki buah yang berasa Asem, berwarna coklat, berbiji banyak serta buahnya berbentuk polong-polongan bertangkai.
Pohon bonsai sendiri berasal dari Jepang dan memiliki harga yang mahal. Bonsai Asem merupakan salah satu bonsai yang banyak digemari. Mulai dari racikan para profesional sampai bonsai racikan para amatir yang dibuat secara otodidak oleh para pecinta bonsai seperti tehnik-tehnik di bawah ini.

Cara Pembuatan Bonsai Asem

Berdasarkan cara mendapatkan bibit bonsai, maka pohon bonsai Asem terdiri ada dua cara, yaitu cara pembuatan bonsai dari Biji, dan cara pembuatan bonsai dari hasil cangkok.

1. Cara Pembuatan Bonsai Dari Biji (Cara pertama)

Langkah yang perlu kita perhatikan dalam memilih dan membuat bibit Bonsai Asem dari biji adalah:

a. Memilih Bakalan Bonsai
Pada langkah ini kita bisa melakukan dua cara, yaitu

1) Mencari bakalan di bawah pohon Asem yang sudah tua dan berbuah

Biasanya di bawah pohon tersebut banyak tumbuh pohon-pohon Asem muda yang berasal dari biji dan tumbuh secara alami di bawah indukkannya. Pilihlah bakalan yang memiliki batang yang cukup besar dan dalam pengambilan diusahakan sehati-hati mungkin agar tidak merusak akar tanaman.

Kemudian siapkan pot yang sudah berisi media tanam untuk pertumbuhan bakalan bonsai selanjutnya. Jangan lupa untk menyiramnya sehari dua kali dan tambahkan nutrisi tanaman seperti M4 dan lain-lain.

2) Menyemai sendiri biji Asem di pot

Dalam proses ini kita membutuhkan waktu yang panjang sehingga mengharuskan kita untuk bersabar. Langkah-langkah menyemai biji Asem diantarnya adalah
  •     Redam biji Asem yang sudah matang selama satu minggu, perendaman dilakukan dengan tujuan mempermudah pelepasan cangkang biji Asem yang keras dan tebal.
  •     Setelah satu minggu direndam, biji Asem ditiriskan kemudian direndam kembali dengan pupuk pertumbuhan organik beberapa saat saja. Kemudian, tanamkan biji Asem ke polibag atau pot yang telah disiapkan dan telah diberi media tanam.
  •     Media tanam untuk pertumbuhan bisa berupa pasir+pupuk kandang+tanah+pupuk perangsang tanaman organik (seperti M4). Saat menanam biji Asem jangan terlalu dalam karena bisa memperlambat pertumbuhan kecambah. Tunggu sampai bakalan benar-benar siap dipindahkan dan dibentuk.
b. Proses Pembentukan
Setelah bakalan bonsai dikira kuat dan kokoh maka proses selanjutnya kita bisa membentukya sesuai keinginan. Dalam tahap pembentukan gunakan teknik pengait secara bertahap.

Selain itu, hindari penggunaan kawat pada tahap ini. Karena pohon Asem memiliki keindahan batang yang unik, jika kita menggunakan kawat maka keindahan batangnya akan rusak karena bekas kawat sulit untuk dihilangkan.

Namun, ada juga teman-teman komunitas yang menggunakan kawat sebagai alat pembentukan, tentunya ini bukan sebuah masalah yang besar. Semua tergantung selera para pembaca.

c. Pemotongan
Setelah arah dan gerak pertumbuhan batang sudah terlihat kita bisa melakukan tahap pemotongan. Kita bisa menggunakan alat-alat potong seperti gunting atau gergaji. Sisakan beberapa cabang utama, sesuai selera. Dalam tahap ini biasanya kami mempertahakan dua cabang saja.

d. Menanam Ulang Bakalan Bonsai
Setelah dilakukan pemotongan bakalan dipindahkan ke media baru yang lebih subur dan kaya akan nutrisi. Agar nutrisi yang diserap dapat optimal maka media tanam berjumlah lebih banyak dibandingkan tempat sebelumnya serta diletakkan di pot yang lebih besar.

Dalam proses ini, perlu kita akui bersama tidak semua bakalan yang kita pindahkan bisa tumbuh dengan baik bahkan bisa jadi malah mati.Saat pemindahan kita bisa melakukan pengurangan akar serabut, baik itu yang berada disamping maupun di bawah akar utama.

Teman-teman komunitas pernah menyemprot bersih semua tanah yang menempel di akar. Ketika ditanam ulang, bakalan bonsai bisa tumbuh dengan optimal. Teknik penyemprotan bisa kita lakukan untuk melihat arah akar utama, dengan begini kita bisa menentukan arah peletakan akar bonsai di atas susunan batu atau karang.

Jika kita ingin menggunakan teknik ini, pastikan kita telah memangkas semua daun-daun bakalan dan mengurangi jumlah rantingnya kemudian diletakkan di tempat yang rindang terlebih dahulu.

Jika tidak melakukan pemangkasan daun dalam banyak kasus tanaman bonsai malah mati. Dalm tahap ini diperlukan kehati-hatian tingkat tinggi.

a. Pemilihan cabang
Setelah beberapa bulan dari penanaman ulang maka kita akan melihat tunas-tunas baru. Tunas baru biasanya tumbuh tidak teratur dan cenderung sembarangan.

Penyeleksian tunas baru didasarkan pada pola bonsai yang telah direncanakan, jika ada tunasa baru yang tidak sesuai rencana bisa dipangkas. Setelah dilakukan pemangkasan kita bisa melakukan teknik pengawatan atau pemasangan tali untuk membentuk tunas baru sesuai dengan pola yang kita inginkan atau kerah-arah tertentu.

b. Pengontrolan cabang baru
Untuk mendapatkan pola yang kita inginkan, setiap pertumbuhan ranting dan cabang baru harus selalu dipantau. Jangan sampai cabang yang tidak sesuai pola dibiarkan dan tumbuh subur tanpa arah. Merawat bonsai asem dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi mengingat tingkat pertumbuhan tanaman membutuhkan waktu yang panjang.

2. Cara Pembuatan Bonsai Dari Biji (Cara Kedua)

Cara kedua ini bisa dibilang lebih sederhana, dibangingkan cara pertama karena pada ara kedua ini kita memiliki bakalan bonsai Asem yang sudah besar. Langkah-langkahnya diantaranya adalah:

a. Melihat gerak alami pohon
Tahap ini dibutuhkan kebiasaan dan pengalaman dalam membaca arah dan gerak alami pohon. Dalam hal ini kita perlu mengingat kembali pola yang telah kita rencanakan.

b. Pemotongan
Pohon asem yang telah kita tanam dan besar bisa kita potong sesuai dengan tinggi dan selera yang kita inginkan. Setelah pemotongan pertama pohon dibiarkan beberapa bulan (namun, tetap terkontrol) sampai menumbuhkan tunas dan cabang baru.

c. Penyortiran cabang
Setelah ada cabang baru yang tidak sesuai dengan rencana pola maka kita perlu melakukan penyortiran agar bonsai bisa tumbuh sesuai dengan apa yang kita inginkan.

d. Membentuk sesuai pola
Setelah penyortiran kita bisa melakukan tahap pengawatan atau bisa juga menggunakan tali. Pada tahap ini kita sudah bisa melihat pola gerak alami pohon yang telah kita rencanakan.

e. Potong akar
Tahap ini biasanya dilakukan ketika kita ingin memindahkan bakalan bonsai ketempat pembentukan. Biasanya akar menembus pot sehingga masuk kedalam tanah maka untuk memindahkannya kita perlu memotong akar tesebut.

Setelah dipindahkan ketempat pembentukan kita bisa mengontrol dan mengawasi pertumbuhan ranting dan cabang secara rutin. Sambil menunggu bonsai besar.

3. Cara Pembuatan Bonsai Dari Cangkokan

Teknik pencangkokan dibutuhkan keahlian khusus dalam mengelupas kulit dari batang pohon Asem yang ingin kita jadikan sebagai indukan. Pada tahap ini kita perlu memilih indukkan yang sehat dan baik.

Bisa kita lihat dari batang yang coklat tanpa ada jamur, daun yang rindang dan hijau serta pohon berusia tua. Untuk mencangkok kita membutuhkan beberapa alat diantaranya:
  •     Cutter atau silet, pisau dapur tidak disarankan karena kurang steril
  •     Serabut kelapa atau bisa juga menggunakan plastik yang telah dilubangi
  •     Tali rapiah
  •     Media tanam, berupa campuran tanah dan pupuk organik.
Langkah-langkah mencangkok:
  1.     Memilih batang yang kuat, tidak tua dan tidak juga muda,
  2.     Kupas kulit pohon Asem sepanjang 5-7 cm dengan menggunakan cutter atau silet yang steril.
  3.     Biarkan selama 5-7 hari sampai luka batang mengering,
  4.     Tutup bekas kupasan kulit dengan medai tanam, kemudian bungkus dengan serabut kelapa atau plastik yang telah dilubangi. Lubamg tersebut sebagai sirkulasi udara.
  5.     Melakukan penyiraman sehari 2 kali, setelah 1 atau 2 minggu akar mulai tumbuh dan siap di pindahkan ke pot atau polibag setelah satu bulan.
Setelah proses ini selesai kita bisa menanam cangkokan Asem ke pot yang berisi media tanam. Setelah beberapa minggu, saat pohon sudah dianggap cukup kuat dan kokoh kita bisa melakukan tahap b sampai f pada Cara Pembuatan Bonsai Dari Biji (Cara Kedua) seperti di atas.

Tips pembentukkan bonsai

1. Bonsai Asem yang berbatang kecil, biasanya dipola menyerupai air terjun (cascade)

2. Bonsai Asem yang berbatang besar, biasanya dipola menyerupai bentuk gunung.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Membuat Tanaman Bonsai Asem Sendiri

0 komentar:

Posting Komentar